Artikel-artikel yang ditulis oleh anggota perusahaan.

Peradaban Land Mengajak Kerjasama Para Developer Syariah

Peradaban land merupakan developer dengan Land Bank ratusan ha di Bogor, serta telah mendapatkan award baik nasional maupun internasional. Dalam rangka memperkuat sinergi dalam hal pengembangan halal properti, kami mengajak para developer dan profesional untuk bersinergi menggarap belasan proyek kami.

PROMO CASH KERAS, PANGKAS LEBIH DARI SETENGAH HARGA

PROMO CASH KERAS, PANGKAS LEBIH DARI SETENGAH HARGA !!!!

Harga Khusus Cash Keras Selama Bulan Februari 2017

Tipe 45/120 cuma 335juta All In
Tipe 45/144 cuma 400juta All In
Tersedia Tipe 24/72, 36/72, 36/90, 45/120, 54/160 dan 69/184

Sangat Terjangkau, Mengingat harga pasar untuk tipe 45/120 dan 45/144 sudah lebih dari 1 Miliar

More Information:
– 0822 9998 4626
– 0822 9998 4628

Bukit Mekar Wangi menjadi Perumahan Syariah terbesar di Kota Bogor

KABAR GEMBIRA !!!!

Sekarang Bukit Mekar Wangi menjadi Perumahan Syariah terbesar di Kota Bogor, dengan total luas +/- 55 ha

Akses jalan KH.Soleh Iskandar (jalan baru)
Berjarak hanya +/- 2 km stasiun cilebut dan +/- 400 meter dr rencana Tol BORR tahap 3

Fasilitas yang insya Alloh akan direalisasikan :

1. Masjid Al Fatih (Ust.Budi Ashari, Host Khalifah Trans7) Sebagai Pembinanya
2. Sport Center Syar’i (Pacuan Kuda, kolam renang Ikhwan dan Akhwat, dll)
3. Pembinaan Masyarakat melalui kajian2 rutin

Kabar yang tak kalah menggembirakannya adalah,
– Saat ini kami menyediakan KPR Syariah (Tanpa Bank, dicicil sampai 5 tahun)
Tersedia Tipe 24/72, 36/72, 36/90, 45/120, 54/160 dan 69/184

– Harga Khusus Cash Keras Selama Bulan Februari 2017
Tipe 45/120 cuma 350juta All In
Tipe 45/144 cuma 400juta All In
WOWWWW..
Sangat Terjangkau, Mengingat harga pasar sudah lebih dari 1 Miliar

– Bagi Rekan-rekan yang berminat menjadi Agen Medsos tanpa harus ke lokasi cukup dengan Gadget dan Medsos
Segera Mendaftar ke https://goo.gl/forms/mCw8qbumI1FFAmGP2
Atau Hubungi via SMS/WA di 0822-9998-4626 dan dapatkan FEE Hingga 12jt/Unit

Call Information :
– 0857 1864 5731
– 0857 1085 5333

Hindari Pertanyaan Pertanyaan Ini Saat Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pelamar kerja. Banyak hal yang berpengaruh dalam keberhasilan proses ini, mulai dari sikap dan bahasa tubuh, penampilan, hingga cara Anda menyampaikan pendapat.
Namun perlu diingat apa yang Anda katakan dan lakukan selama wawancara dapat berpengaruh pada Anda untuk diterima atau bahkan ditolak. Berikut beberapa poin pembicaraan yang perlu Anda hindari saat melakukan wawancara kerja.
“Saya meninggalkan pekerjaan saya saat ini karena Bos saya sangat mengerikan”
Bahkan jika memang benar Bos Anda dulu sangat jahat, tahan dirilah untuk tidak membicarakan keburukan bos, perusahaan, bahkan rekan kerja Anda sebelumnya. Pewawancara mungkin sebelumnya bekerja untuk perusahaan yang sama atau menjadi rekan bos Anda dulu. “Selain itu, sikap negatif tidak akan menimbulkan pencitraan positif bagi Anda untuk perekrutan kerja apapun. Bahkan jika Anda pernah bekerja dengan bos terburuk di seluruh dunia sekalipun, mengatakan demikian dalam sebuah wawancara sangat tidak elok,” kata Julie Lacouture, CEO dan pemilik Mom Corps Los Angeles, perusahaan yang membantu perekrutan karyawan.
Kalaupun ada pertanyaan yang “menyerempet” tentang bos Anda sebelumnya, tampilkan yang terbaik untuk menjawab secara positif. “Jadi apabila diminta menggambarkan bos Anda dulu pilihlah kalimat yang positif seperti ‘Kami memiliki gaya yang berbeda, akan tetapi saya selalu memberinya informasi sebanyak yang saya bisa karena saya tahu bos saya sangat detil orangnya’,” katanya.
“Saya akan mengungkapkan kelemahan saya diawal, bahwa saya tidak pandai….”
Meskipun Anda juga tidak harus mengatakan bahwa Anda hebat dalam segala hal, mengakui cacat tanpa diminta adalah ide yang buruk. “Berbicara tentang kelemahan yang tidak penting, menunjukkan bagaimana Anda tidak berusaha mengatasi kelemahan itu,” saran Cheryl Palmer, seorang pelatih karir bersertifikat yang mengelola sebuah situs karir.
“Berapa banyak saya akan mendapatkan waktu libur”
Bukan rahasia lagi bahwa fasilitas perusahaan merupakan bagian yang menarik bagi pelamar kerja yang mendapatkan pekerjaan barunya. Paul Cameron, presiden dan perekrut senior teknologi di Drive Staff Inc. menyarankan pada pelamar kerja untuk berhati-hati dalan menanyakan “Berapa banyak saya akan mendapatkan waktu libur?” terutama dalam wawancara pertama. Ia menyatakan seyogyanya pelamar kerja lebih memfokuskan diri pada “Apa yang bisa saya lakukan untuk perusahaan ini”, bukan “Apa yang dapat perusahaan lakukan untuk saya”.
Tunggulah sampai perusahaan mulai membuka pembicaraan mengenai gaji Anda, saat inilah Anda dapat menanyakan berapa bonus yang akan Anda dapatkan, waktu liburan, penggantian biaya kuliah, dan hal lainnya. “Ini akan menunjukkan hal ini penting bagi Anda dan akan membuka pintu negosiasi tentang kesepakatan ini,” kata Cameron.
“Saya suka kacamata Anda”
Anda mungkin berpikir bahwa memuji pewawancara Anda akan membuka komunikasi dan Anda akan mendapatkan skor yang tinggi. “Anda bisa lolos dengan ini jika Anda telah membentuk hubungan yang baik dengan pewawancara,” kata Palmer. Di sisi lain, pernyataan ini bisa dilihat sebagai hal yang palsu bahkan nakal.
“Jadi, perusahaan ini sedang melakukan apa?”
“Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang perusahaan yang Anda lamar, mungkin pewawancara berpikir Anda tidak tertarik bekerja di sana,”kata Palmer. Dia menganjurkan para pencari kerja untuk membuka website perusahaan, siaran pers, dan artikel berita untuk mencari tahu tentang perusahaan dan kendala apa yang tengah dihadapinya sebelum mendatangi wawancara.
“Cobalah untuk menemukan beberapa data perusahaan pada awal wawancara. Anda harus memiliki pertanyaan yang menunjukkan Anda mempunyai minat aktif tentang perusahaan ini,” kata Palmer. Selain itu, sebaiknya hindari bertanya tentang hal-hal pribadi dengan pewawancara, misalnya mengenai situs facebook miliknya.
“Saya belum menemukan pekerjaan yang tepat karena kondisi ekonomi sedang buruk”
Semua orang tahu bahwa ekonomi yang lesu membuat pasar kerja menjadi sulit. Namun menyalahkan situasi pada pasar membuat Anda tampak bersikap pasif. “Sebaliknya fokus pada hal yang positif,” kata Aldefer, konsultan di Pennsylvania.
Lebih baik mengatakan “Saya sudah memfokuskan diri pada pencarian untuk pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian saya pada perusahaan lain.”
“Saya orangnya fleksibel tidak memiliki rentang gaji dalam pikiran saya”
Dengan menawarkan ini, Anda mungkin mencoba untuk menunjukkan bagaimana mudah dan menyenangkannya Anda. Tapi perekrut mungkin melihat Anda kurang informasi, lebih buruk lagi perekrut mungkin melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk menawarkan gaji serendah-rendahnya pada Anda. “Sebaliknya, melakukan penelitian terlebih dahulu tentang kisaran gaji yang pas untuk pekerjaan serupa merupakan hal yang tepat untuk bernegosiasi.
“Saya ingin bekerja di sini karena saya butuh pekerjaan”
Jika Anda mencoba tampil to the point saat wawancara, Anda tidak akan berhasil dengan pernyataan seperti ini. “Anda harus menunjukkan minat Anda,” kata Bruce Hurwitz, Presiden dan CEO Hurwitz Strategic Staffing, Ltd. Dengan mengatakan seperti ini, sepertinya Anda mencari pekerjaan hanya untuk mendapatkan uang. Tunjukkan pada perekrut bahwa tujuan Anda mencari pekerjaan tidak semata-mata mencari gaji tetapi ingin menjadi bagian perusahaan dan bahwa Anda telah menginvestasikan waktu dan usaha Anda.
“Saya berencana untuk berkeluarga segera setelah mendapatkan pekerjaan”
Sikap Anda yang jujur tentang kehidupan pribadi Anda pada saat awal wawancara kerja mungkin bukan ide yang bagus. Beberapa manajer tidak akan mempekerjaan pelamar yang telah menikah dan mempunyai anak karena dianggap dapat mengganggu jadwal kerja.
Fokuslah pada komitmen Anda untuk pekerjaan dan disiplin dalam menyelesaikan tugas. Berikan contoh-contoh spesifik dari proyek Anda yang telah berhasil diselesaikan dan konstribusi yang Anda buat pada keberhasilan proyek itu.
Sumber: Askmen

Apa Itu Kredit Rumah FLPP KPR?

Bisnis.com, JAKARTA—Tingginya harga hunian menjadi kontras dengan kurangnya pasokan rumah (backlog) di Indonesia.

Indonesia Property Watch (IPW) mencatat backlog pada 2013 diperkirakan mencapai 21,7 juta unit rumah.

Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kenyataan tersebut tentunya menjadi kondisi yang sulit bagi mereka yang belum memiliki hunian.

Kendati begitu, pemerintah sebenarnya telah menyediakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) KPR Sejahtera untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin memiliki rumah yang layak huni.

Lantas apa sebenarnya FLPP KPR Sejahtera itu?

Program FLPP KPR Sejahtera adalah penyaluran pembiayaan dari pemerintah pusat melalui bank pelaksana kepada MBR dalam kepemilikan rumah yang dibeli dari pengembang.

Jenis penyaluran KPR FLPP antara lain KPR Sejahtera Tapak, KPR Sejahtera Syariah Tapak.

Selanjutnya KPR Sejahtera Susun, KPR Sejahtera Syariah Susun.

Sementara angsurannya maksimal bisa mencapai 20 tahun mulai dari Rp635 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Kementerian Perumahan Rakyattelah menetapkan ketentuan harga rumah yang dapat memanfaatkan KPR FLPP berdasar wilayah.

Batas maksimum harga rumah tidak kena PPn berdasar PMK No.125/2012 bebas PPn untuk KPR Sejahtera Tapak Wilayah I seperti Sumatera selain Batam, Bintan, Karimun, Jawa selain Jabodetabek dan Sulawesi Rp88 juta.

Untuk Wilayah II Kalimantan, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara paling tinggi Rp95 juta, wilayah III Papua dan Papua Barat adalah Rp145 juta.

Sementara Wilayah khusus Jabodetabek, Batam, Bintan, Karimun dan Bali Rp95 juta.

Untuk menggunakan fasilitas ini setidaknya ada lima persyaratan bagi nasabah/debitur KPR FLPP Sejahtera. Pertama, masyarakat berpenghasilan tetap dengan gaji pokok Rumah Sejahtera Tapak paling besar Rp3,5 juta dan Rusun Rp5,5 juta.

Kedua, belum pernah memiliki rumah. Ketiga, belum pernah menerima subsidi perumahan dan FLPP. Keempat mempunyai NPWP.

Kelima menyerahkan fotokopi (SPT) tahunan PPh orang pribadi atau surat pernyataan bahwa penghasilan pokok yang bersangkutan tidak melebihi batas penghasilan pokok yang dipersyaratkan.

Untuk memperoleh informasi lebih detil mengenai program KPR FLPP,  masyarakat bisa mendatangi bank dan pengembang yang telah memanfaatkan program tersebut.  (ra)

sumber : http://properti.bisnis.com/

Al Qur’an menyebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam

sumber : http://www.keajaibanalquran.com/

Mengapa Kata Iman dan Ilmu Selalu Disebut Bersamaan, Ini Alasannya?

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.
 Oleh: Ibrahim Ar-Rasyid Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berbahagialah bagi orang yang beriman dan terus bertambah kuat imannya dari hari ke hari dan juga senatiasa diiringi oleh penambahan ilmu, baik itu ilmu syar’i maupun kauniy. Mengapa demikian? Karena, Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi seperti firman-Nya dalam Alquran surah al-Mujaadilah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Subhanallah.

Namun, mengapa Allah SWT menggandengkan antara kedua kata ini, yaitu iman dan ilmu? Karena kedua kata tersebut memiliki hubungan satu sama lain yang sangat erat, di mana jika orang bertambah ilmunya maka semestinya bertambah jugalah imannya, mirisnya yang sedang banyak terjadi di zaman smartphone sekarang ini banyak orang yang berilmu tetapi iman mereka berkurang, mereka meniggalkan kewajiban mereka sebagai hamba Allah SWT terutama di poin salat lima waktu.

Sepertinya hal tersebut sudah menjadi sebuah budaya baru bagi para penuntut ilmu di zaman yang serbamodern ini, khususnya bagi negara kita Indonesia yang di mana penduduk di negeri khatulistiwa ini mayoritas memeluk agama Allah, yaitu Islam, maka sangatlah di sayangkan jika seorang penuntut ilmu tak mengerti apa yang ia dapat dan tak juga mengamalkan apa yang ia pelajari serta tak menambah keimanannya sedikit pun.

Naudzubillah semoga Allah menjauhkan diri kita semua dan seluruh umat Islam dari hal yang sangat miris tersebut. Amin.

Maka dari itu marilah kita mulai memuhasabah diri kita dari sekarang, sudahkah kita menjadi orang yang berilmu dan beriman? Mengapa? Karena kedua hal tersebut akan bermanfaat bagi diri kita di dunia maupun di akhirat nanti dan juga barang siapa yang berilmu niscaya Allah SWT dekat dengannya seperti sabda Rasulullah SAW.

“Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.”

Sudahlah jelas firman dan sabda nabi-Nya, maka dari itu mari kita perbaiki iman dan ilmu kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang dekat dan tinggi di sisi-Nya, dan akan mendapat surga Firdaus kelak di hari akhir nanti. Jadi tuntutlah ilmu mulai sekarang, kelak akan beguna bagi akhirat dan dunia kita di masa yang akan datang.

Namun tak cukup hanya dengan ilmu saja, hiasilah keilmuan dengan keimanan kepada yang Maha Esa Allah SWT dengan demikian diri dan jiwa kita akan selalu dekat dan selalu dinaungi perlindungan  Allah SWT.

sumber : republika.co.id

Rasulullah Resah Melihat Awan atau Angin, Mengapa?

Angin dan Awan (ilustrasi)
Angin dan Awan (ilustrasi)
 Oleh: Imam Sadli

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam beberapa pekan terakhir, negeri kita dilanda bencana bertubi-tubi. Belum habis duka saat longsor memakan korban 93 orang di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 12 Desember lalu.

Kini, duka itu kian bertambah saat pesawat Air Asia QZ8501 menghilang. Ada 155 orang di pesawat yang belum jelas nasibnya. Pencarian pun dilakukan dengan kekuatan penuh. Negara-negara sahabat ikut berembuk mencari lokasi di mana pesawat nahas itu berada.

Dalam berinteraksi dengan bencana, Islam mengajarkan penganutnya untuk bersabar dan mengambil pelajaran atas kejadian tersebut. Tidak ada suatu kejadian di dunia terjadi secara kebetulan. Semua atas izin Allah dan menyimpan banyak hikmah. Semakin orang memahami hikmah di balik kejadian itu, ia akan semakin lapang hati menerimanya.

“Allah Menganugerahkan hikmah kepada siapa yang ia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar dianugerahi karunia yang banyak. Dan, hanya orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS al-Baqarah [2]: 269)

Kesadaran kepada kekuasaan Allah merupakan pelajaran terpenting dari bencana alam. Semesta dan isinya tunduk kepada perintah Allah. Manusia, jin, hewan, gunung, air, bumi, dan semua ciptaanya berada dalam genggaman-Nya.

Bila Allah berkehendak, tidak ada yang dapat mencegah gunung yang kokoh itu meletus, air yang turun dari langit kemudian mengalir membentuk banjir, dan tanah tiba-tiba longsor memakan korban. Capaian Kecerdasan manusia dengan segala peralatan super canggih tak mampu untuk membendung kuasa Allah.

Orang beriman melihat bencana dari segi metafisika, yaitu keinginan tersirat Sang Pencipta di belakang bencana. Sikap yang patut diambil orang mukmin terhadap bencana alam yang menimpa saudara kita, yakni rasa takut bencana-bencana itu akan menimpa kita. Sebagaimana bencana melanda daerah mereka, kawasan kita juga sangat mungkin untuk ditimpa.

Dari Sayyidina Aisyah Ra bercerita bahwa Wajah Rasulullah  SAW berubah ketika melihat awan atau angin. Maka Sayyidina Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, saya melihat manusia gembira ketika melihat awan karena mereka mengharap turunnya hujan dan saya tampak wajah engkau resah melihatnya.”

Kemudian Rasulullah berkata, “Wahai Aisyah, apa yang membuat saya aman bahwa dalam awan/ angin itu tidak ada azab? Telah disiksa suatu kaum dengan angin dan  kaum lain ketika melihat awan-azab berkata, ‘Awan ini datang untuk memberi hujan kepada kita’.” (HR Abu Daud)

Kedua, mencegah kemungkaran. Sebagian orang terkadang mementingkan kesalehan pribadinya. Ia tidak tergerak untuk mencegah kemungkaran yang tersebar di sekelilingnya. Kemungkaran yang dibiarkan bisa menyebabkan turunnya siksa dari Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia apabila melihat kezaliman dan tidak berusaha untuk mencegahnya maka dihawatirkan Allah akan meratakan azabnya.” (HR Abu Daud). Berikutnya, bertobat dari segala dosa. Karena tobat dapat menolak bencana. Allah berfirman “Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah pula akan menghukum mereka, sedangkan mereka masih memohon ampunan.” (QS al-Anfal [8]: 33).

Mimpi PKL Taman Topi Bogor Wujudkan Kawasan Wisata Belanja

BOGORnews,== Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di  kawasan Taman Topi Jalan Dewi  Sartika Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor bebenah diri. Para PKL membangun lapaknya dengan baja ringan sehingga mulai tertata rapi.“Ini impian kami menjadikan kawasan Jalan Dewi Sartika sebagai salah satu kawasan wisata belanja di Kota Bogor, “ ujar Koordinator Paguyuban  PKL Taman Tapi Umar Sanusi, Sabtu (6/12/2014).

Meskipun  lanjut Sanusi, belum semua PKL Taman Topi melakukan pembenahan namun setidaknya telah memberikan sumbangsih yang berharga kepada Pemerintah Kota Bogor dalam menata PKL.  “ Kita ingin PKL Taman Tapi menjadi barometer PKL – PKL lainnya yang ada di Kota Bogor, “ ujar Sanusi.

Sanusi menyebutkan, pembangunan lapak PKL tersebut merupakan swadaya murni para PKL. “ Kami membangun lapak tanpa  bantuan sepeserpun dari Pemerintah Kota Bogor, karena terwujudnya pembangunan tersebut murni swadaya  PKL yang tergabung dalam paguyuban PKL Taman Topi. Kedepan kami berkeinginan membentuk Koperasi para PKL, “ lanjutnya.

Lebih lanjut Sanusi mengatakan, dari tiga kelompok PKL yang ada di Taman Topi, pihaknya yang pertama melakukan pembenahan.  “ Kelompok PKL kami berjumlah sekitar 75 pedagang mereka berjualan sepatu, hand phone, jam tangan, dan berbagai jenis batu akik, “ kata Sanusi.

Ia berharap, semua PKL di kawasan Taman Tapi bisa ditata “Kalau nanti semua PKL di Jalan Dewi Sartika bisa tertata rapi, saya berkeyakinan Kawasan Wisata Belanja Taman Topi akan terwujud. Kami bermimpi kedepan kawasan Taman Tapi seperti di Makatti yaitu kawasan PKL yang ada di Phlipina, “tuturnya.

Oleh karena itu, Sanusi berharap, Dinas instansi terkait dilingkungan Pemerintah Kota Bogor seperti Kantor Koperasi dan UKM, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsbudpar) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  bisa mendukung para PKL. “Ini peluang untuk Disbudpar untuk mengembangkan kepariwisataan di Kota Bogor, “ ucapnya.

Sanusi menilai Kawasan Taman Topi layak menjadi kawasan Wisata Belanja mengingat lokasinya yang strategis, tidak jauh dari Stasiun Kereta Api,  Kebun Raya dan Istana Bogor.  “Wisatawan yang datang dengan menggunakan jasa kereta api yang datang ke Bogor bisa mampir ke Taman Topi untuk berbelanja, “ ungkapnya.

Sanusi menuturkan, Taman Tapi dulunya pernah dijadikan Terminal antar Kota sebelum terminal Baranangsiang dibangun. Sedangkan semasa Kolonial Belanda Taman Topi adalah Taman Kota bernama Wilhelmina Park dibangun pada Abad XIX. Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu kerjaan Belanda saat itu.

Ruang terbuka hijau dikelilingi oleh jalan Bantam Weg (sekarang Jalan Kapten Muslihat), Park Weg (sekarang Jalan Dewi Sartika), dan area Stasiun Bogor yang dibangun pada tahun 1881. “ Jadi, kalau dimasa Kolonial Belanda Taman Kota kenapa tidak, sekarang dijadikan kawasan Wisata Belanja, “ pungkasnya.(iso)

Refleksi Akhir Tahun 2014 untuk Kota Bogor

(Berbalas note dengan Pak Teguh Rihananto)

Terima kasih atas note yang di-tag-kan oleh Pak Teguh. Beliau adalah kakak kelas saya di SMA Negeri I Bogor, sekaligus teman satu angkatan dengan Pak Walikota Bogor. Saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi B. 

Terkait dengan permasalahan Kota Bogor, sesungguhnya ada banyak hal yang terjadi dan perlu mendapat penyelesaian baik segera ataupuin bertahap. Sayangnya, siapapun yang menjabat sebagai kepala daerah, mereka adalah manusia biasa, bukan dewa, bahkan sekalipun sudah memiliki gelar akademik yang tinggi. Bukan perkara mudah, namun selalu ada solusi, yang terpenting dilandasi dengan kesabaran dan ketekunan untuk menyelesaikanya.

Di awal kepemimpinannya sebagai Walikota Bogor, ada banyak pihak yang meragukan kapasitas memimpinnya. Wajar saja, Pak Bima Arya bukan seorang birokrat. Beliau matang sebagai akademisi, pengamat politik dan politisi salah stau parpol. Terlepas, dari background-nya yang sangat minim pengalaman praktis, tapi kita patut menghargai upaya Beliau dalam mengelola Kota Bogor.

Tahun 2015, yang sebentar lagi akan kita masuki, menjadi titik krusial bagi Pemerintah Kota Bogor untuk membuktikan peningkatan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk dalam transparansi birkorasi dalam hal ini. Tahun 2015 juga menjadi pembuktian bagi Bima Arya untuk mulai merealisasikan janji-janji kampanyenya yang belum sempat terlaksana di tahun 2014 ini.

Memang, pada bulan-bulan awal kepemimpinannya, yang bersangkutan sempat menerima hujanan kritik. Apalagi ketika proses penempatan pejabat eselon II dan III dilakukan. Banyak masyarakat yang berekspektasi tinggi dengan adanya penyegaran struktur jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, harus gigit jari ketika melihat susunan kabinet Bima-Usmar yang baru.

Faktor kedua yang juga menjadi sorotan berbagai pihak kepada pemerinatahan Bima Arya adalah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang lama sekali selesainya dan setelah diteliti lebih dalam substansi-nya banyak yang tidak mengena pada permasalahan riil yang sedang dihadapi Kota Bogor. Padahal, dalam proses penyusunannya, melibatkan institusi akademis terkenal di Bogor.

Sebuah tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2015 mendatang. Jika RPJMD yang disusun ternyata tidak mampu mengakomodasi kepentingan dan permasalahan riil di Kota Bogor, maka Walikota harus tanggap dan segera melakukan evaluasi kemudian revisi. Tidak perlu malu dan sungkan untuk melakukannya, karena RPJMD akan menjadi landasan penentuan APBD dan juga Laporan Keuangan dan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Bogor.

Kemudian, yang juga perlu menjadi sorotan adalah bagaimana Walikota Bogor memilih dan menentukan orang-orang yang akan menjadi think tank dan duduk dalam lingkaran west wing. Ketegasan sikap sangat diperlukan terhadap orang-orang terdekat sekalipun itu adalah bagian dari famili atau tim sukses apabila mereka memanfaatkan posisi Pak Bima selaku Walikota Bogor untuk memuluskan kepentingan pribadi/kelompoknya. Beberapa kasus yang terjadi dan melibatkan anggota tim sukses, harus menjadi pengalaman berharga bagi Walikota untuk membentuk sebuah tim.

Tentunya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Kepala Daerah Kota Bogor yang tidak dapat dipungkiri, banyak juga mengadopsi program kerja dari daerah lain dalam konteks yang positif perlu mendapat dukungan. Sekalipun, dalam hal ini Walikota banyak mendapat kritikan karena mengeluarkan kebijakan yang “ikut-ikutan” dan tidak orisinil. Tapi jika sesuai dan cocok untuk diterapkan di Kota Bogor, mengapa tidak? Hanya saja, sebaiknya adopsi kebijakan pun harus diikuti dengan proses kajian yang matang dan menyeluruh.

Kita berharap, tahun 2015 mendatang harus menjadi tahun yang progressif bagi pembangunan dan kelayakan hidup di Kota Bogor. Kunci untuk membenahi Kota Bogor yang paling utama adalah keberanian untuk bertindak. Kota Bogor sudah memiliki banyak perencanaan dan strategi pembangunan yang bagus. Tidak perlu ditambahkan lagi yang baru, karena yang sudah ada pun belum tergarap dengan optimal.

Semoga di tahun yang baru ini, soliditas berbagai elemen bisa tercapai untuk bersama membangun dan membenahi Kota Bogor ke arah yang lebih baik. Kritik dan pengawasan ketat terhadap kinerje Pemerintah Kota Bogor, perlu terus dilakukan, tapi dengan sebuah kritik yang konstruktif dan pengawasan yang objektif. Salah satunya yang harus secara konsisten dilakukan oleh Angota DPRD Kota Bogor, seperti Pak Teguh Rihananto ini, karena memang inilah bagian dari tugas pokok dan fungsinya.

Wallahu a’lam

Nugraha Natakusumah

Semestaguna Institute, a member of Elang Group for CSR and urban planning studies